Bahasa Korea punya dua deret angka yang lengkap. Setiap pelajar yang mendengar ini langsung berpikir: dua kali lipat hafalan, dua kali lipat peluang salah.
Padahal kerjanya tidak dua kali lipat, karena kedua deret itu tidak bersaing. Masing-masing punya wilayahnya sendiri, batas di antaranya tegas, dan satu pertanyaan hampir selalu menempatkan Anda di sisi yang benar.
1 · Dari mana kedua deret itu berasal
Deret asli adalah kosakata Korea asli, kata-kata yang sudah dipakai orang Korea sebelum aksara Tionghoa datang. Deret Sino masuk bersama aksara Tionghoa dan menetap di separuh bahasa yang tertulis, terukur, dan resmi.
Bahasa Indonesia punya versi tipis dari hal ini. Di samping dua dan tiga yang biasa, ada angka pinjaman dari bahasa Sanskerta yang hidup di dalam kata seperti dwiwarna · triwulan · Pancasila, caturwulan, dasawarsa — belum lagi pinjaman Eropa seperti duet · trio · kuartet dan dekade. Angka pinjaman itu muncul dalam kosakata resmi dan tulis; angka asli yang dipakai untuk berhitung sehari-hari.
Bahasa Korea melakukan hal yang sama, lalu mempertahankan kedua deret secara lengkap dan terang-terangan, alih-alih membiarkan salah satunya menyusut menjadi segelintir kata terpelajar.