Empat belas konsonan dan sepuluh vokal. Semua huruf lain dalam tulisan Korea adalah gabungan dari keduanya, jadi tidak ada kumpulan kedua yang harus dihafal kemudian, dan tidak ada huruf lain.
Aturan Ejaan Bahasa Korea, Pasal 4Belajar Hangul
Minggu ini Anda bisa membaca bahasa Korea.
Ini bukan klaim, melainkan hitungan. Tulisan Korea punya 24 huruf, dan 24 huruf itu dibentuk dari 8 bentuk dasar. Di bawah ini ada asal tiap bentuk dan apa yang bisa dilakukan dengannya.
Kalau dilihat dari angkanya
Lima konsonan yang disalin dari bentuk mulut, dan tiga tanda vokal — langit, bumi, manusia. Semua huruf lain dibentuk dari delapan bangun ini dengan goresan atau titik tambahan, atau dengan menggabungkannya. Kuasai delapan ini dan sisanya mengikuti sendiri.
Hunminjeongeum Haeryebon, 144619 konsonan awal × 21 vokal tengah × 28 konsonan akhir. Bloknya tidak dihafal utuh melainkan **dirakit** — sama seperti kata dalam bahasa Indonesia dirakit dari hurufnya.
Unicode, blok Suku Kata Hangul, U+AC00–U+D7A3Kebanyakan sistem tulis mencapai bentuknya sekarang selama berabad-abad. Hangeul dirancang oleh Raja Sejong dan para sarjananya, dan alasan bentuk setiap hurufnya diterbitkan sebagai buku pada 1446 — karena itulah kita bisa membaca sebabnya.
Hunminjeongeum, dirancang 1443 · diterbitkan 1446Hunminjeongeum Haeryebon, buku yang menjelaskan rancangannya, masuk daftar Memori Dunia UNESCO. UNESCO juga menamai penghargaan keaksaraan dunianya dengan nama Sejong.
UNESCO Memory of the World (1997) · UNESCO King Sejong Literacy Prize (sejak 1989)Satu huruf bersesuaian dengan satu bunyi, dan kesesuaian itu hampir tidak pernah goyah. Kuasai kedua puluh empatnya dan Anda bisa melafalkan kata Korea mana pun meski tidak tahu artinya — hal yang tidak bisa dilakukan dengan ejaan bahasa Inggris, misalnya.
Aturan Alih Aksara Latin Bahasa KoreaTulisan berciri
Pada kebanyakan sistem tulis, bentuk huruf tidak mengatakan apa pun tentang bunyinya. Hangeul mengatakannya di dua lapis — bangun dasarnya menunjukkan di mana bunyi itu dibuat, dan goresan tambahannya menunjukkan bahwa bunyinya dikeluarkan lebih kuat. Dalam linguistik, tulisan seperti ini disebut tulisan berciri, dan satu-satunya yang benar-benar dipakai hari ini adalah Hangeul.